Variabilitas Iklim Indonesia Bulan November 2012
Pada bulan November 2012, SST di lautan Pasifik ekuator barat sampai selatan memperlihatkan anomali positif, sementara dipesisir bagian timur terjadi anomali negatif cukup rendah. Pola angin di atas wilayah Indonesia menunjukkan wilayah Indonesia sebagai wilayah konvergensi yang berpotensi mendapat curah hujan yang tinggi. Monsun Australia dibawah normal namun cenderung menguat berdasarkan model GEFS.
MJO pada bulan November 2012 dalam kondisi lemah dengan prediksi menguat menuju Afrika. Sebagian besar pulau Sumatra, di Kalimantan sebelah utara dan di pertengahan Papua memiliki indeks konveksi sekitar 10 yang berarti mempunyai aktivitas konveksi yang cukup aktif.
Fenomena ENSO, yang berpengaruh terhadap curah hujan dalam kondisi normal, hal ini dikonfirmasi dengan curah hujan yang cenderung normal di bulan November 2012.
Curah hujan maksimum November 2012 lebih tinggi daripada curah hujan maksimum klimatologisnya. Lokasi terjadinya curah hujan maksimum juga mengalami pergeseran terhadap kondisi klimatologis.
Variabilitas Iklim Indonesia Bulan Oktober 2012
Pada bulan Oktober 2012, SST di lautan Pasifik memperlihatkan pola yang cenderung diatas normal. Pola angin dan anomalinya di atas wilayah Indonesia dan sekitarnya cenderung berbeda dengan kondisi klimatologis, dengan arah angin diatas pulau Jawa masih ke barat sementara biasanya pada bulan oktober arahnya ketimur. Monsun Australia cenderung dibawah normal berdasarkan model GEFS.
MJO pada bulan Oktober 2012 dalam kondisi tidak aktif. Sebagian besar pulau Sumatra, di Kalimantan sebelah utara dan di pertengahan Papua memiliki indeks konveksi kurang dari 18 yang berarti mempunyai probabilitas hujan kecil.
Fenomena dan variabel yang berpengaruh terhadap curah hujan diantaranya ENSO dapat dikatakan dalam kondisi normal, hal ini dikonfirmasi dengan curah hujan yang cenderung normal di bulan Oktober 2012. SST, SOI, angin/anomali angin, monsun, MJO bulan Oktober 2012 masih dalam kondisi normal berdasarkan data klimatologis dan prediksi model.
Pada bulan Oktober terjadi tiga siklon disekitar Vietnam, selatan Jepang, dan Madagaskar yang mengakibatkan tertariknya uap air dari wilayah Indonesia.
Pola hujan Oktober 2012 dan klimatologisnya menunjukkan pola yang serupa dengan skala curah hujannya lebih tinggi. Curah hujan tertinggi ada di Papua.
Variabilitas Iklim Indonesia Bulan September 2012
Pada bulan September 2012, SST di lautan Pasifik dan SOI (Southern Oscillation Index) sebagai indikator fenomena El Niño memperlihatkan pola normal dengan kecenderungan diatas normal. Kondisi normal juga ditunjukkan oleh pola angin dan anomalinya di atas wilayah Indonesia dan sekitarnya. Monsun Australia cenderung dibawah normal berdasarkan observasi dan sedikit di atas normal berdasarkan model.
MJO pada bulan September 2012 dalam kondisi tidak aktif. Aktifitas konveksi yang ditunjukkan dengan indeks konveksi menunjukkan konveksi di wilayah utara Indonesia lebih aktif dibandingkan di sebelah selatan. Fenomena dan variabel yang berpengaruh terhadap curah hujan dapat dikatakan dalam kondisi normal, hal ini dikonfirmasi dengan curah hujan yang cenderung normal di bulan September 2012.
SST , SOI, angin/anomali angin, monsun, MJO bulan September 2012 masih dalam kondisi normal berdasarkan data klimatologis dan prediksi model.
Prediksi curah hujan dengan model yaitu sebagian wilayah selatan Indonesia masih kurang atau tidak hujan sementara di utara khatulistiwa terlihat hujan yang cukup intensif
Variabilitas Iklim Indonesia Bulan Agustus 2012
Pada bulan Agustus 2012, SST di lautan Pasifik dan SOI (Southern Oscillation Index) sebagai indikator fenomena El Niño memperlihatkan pola normal dengan kecenderungan diatas normal. Kondisi normal juga ditunjukkan oleh pola angin dan anomali angin di atas wilayah Indonesia dan sekitarnya. Monsun Australia cenderung dibawah normal berdasarkan observasi dan sedikit di atas normal berdasarkan model. MJO pada bulan Agustus 2012 dalam kondisi tidak aktif. Aktifitas konveksi yang ditunjukkan dengan indeks konveksi menunjukkan konveksi di wilayah utara Indonesia lebih aktif dibandingkan di sebelah selatan. Fenomena dan variabel yang berpengaruh terhadap curah hujan dapat dikatakan dalam kondisi normal, hal ini dikonfirmasi dengan curah hujan yang cenderung normal di bulan Agustus 2012.
SST , SOI, angin/anomali angin, monsun, MJO bulan September 2012 masih dalam kondisi normal berdasarkan data klimatologis dan prediksi model. Prediksi curah hujan dengan model sesuai dengan kondisi tersebut di atas, yaitu sebagian wilayah selatan Indonesia masih kurang atau tidak hujan sementara di utara khatulistiwa terlihat hujan yang cukup intensif







